TEKNIK PENGUMPULAN DATA


TEKNIK PENGUMPULAN DATA

Masalah: Stres Menghadapi Lingkungan Baru

Oleh: Chilmi Ullul Herdiansyah

Dosen Pengampu: Charis Rizqi Pradana, S.Sos.I., M.Pd.

Mata Kuliah: Metodologi Penelitian Kuantitatif

Semester: 4



Dalam tulisan kali ini saya akan menuliskan hasil wawancara dan observasi terhadap target yang mendapatkan lingkungan baru di tempat kerjanya, anggap saja tempat kerjanya di Miami. Saya tertarik memilih kasus ini karena terlihat sekali perbedaan target ketika sebelum dan sesudah bekerja di Miami. Target yang biasanya mudah diajak bercanda tidak murung berubah drastis menjadi terbalik. Target sudah bekerja di Miami selama kurang lebih 2 tahun. Pekerjaan target di bidang pelayanan masyarakat. Dan target adalah pekerja paling junior di antara yang lain. Di suatu hari tertentu saya mendatangi lingkungan kerja target di Miami. Saat itu, Miami sedang melaksanakan program kerja berupa tes golongan darah. Tentunya di sana dipenuhi oleh banyak masyarakat yang datang ingin tes golongan darah. Saya pun ikut serta dalam program kerja tersebut (bentuk observasi partisipan). Saat menunggu giliran, saya antri dan tiba-tiba ada yang mendesak antrian saya. Saya tentunya berusaha mempertahankan daerah kekuasaan, tidak hanya satu yang seperti itu. Masyarakat ingin didahulukan, saling merebut tempat antri, relawan Miami berteriak sana-sini untuk menertibkan kegiatan dan masyarakat, dan banyak lagi kecaosan yang terjadi. Kemudian, saya selesai tes golongan darah dan saya melihat target. Saya menyapanya dan membuat percakapan ringan, hingga akhirnya kita berdua duduk di sudut Miami untuk menjauh dari keramaian. Saya menceritakan bagaimana kisah mempertahankan daerah kekuasaan saat antri. Dan saat di akhir cerita target membalas kisah saya dengan mengucapkan, “Ya memang, semuanya selalu minta didahulukan, minta dibenarkan, dan pastinya minta tidak ada kesalahan teknis.” Kemudian saya sangat mengiyakan apa yang disampaikan target. Kemudian saya melontarkan pertanyaan, “Waw keras sekali ya bekerja di Miami, pasti menjadi hal yang sulit saat masih awal-awal bekerja di sini.” Target menjawab, “Oh tentunya, bahkan sempet ada yang tiba-tiba menerobos masuk ke ruangan kerja saya dan marah-marah kepada saya. Saya pun kebingungan penyebab marahnya apa, tidak ada ruang bagi saya untuk bersuara. Ditambah saya disalah-salahkan” Saya menjawab, “Oo maka dari itu saya sering menjumpai pekerja yang ada di bidang pelayanan masyarakat banyak yang ketus-ketus, ternyata hal tersebut berasal dari masyarakatnya sendiri ya.” Target menjawab, “Hahaha iya, abis kalau nggak digituin malah menjadi-jadi. Tapi berbeda jika bekerja di bidang pelayanan masyarakat yang berada di tingkat lebih tinggi. Di perkotaan misalnya. Biasanya masyarakatnya memiliki kesadaran untuk antri lebih tinggi.”

Di sisi lain, saya melihat perlakuan target terhadap orang di sekitarnya. Target yang dulunya tidak terlalu bersimpati ke semua orang, sejak dia bekerja di Miami target menjadi lebih mudah bersimpati. Dan bahkan lebih tegas. Beberapa orang di sekitarnya pun merasakan peningkatan ketegasan target.

Dari hasil wawancara dan observasi dapat disimpulkan bahwa penyebab berubahnya perilaku target menjadi susah diajak bercada dan murung diakibatkan adanya tekanan dari tempat kerjanya. Dengan kata lain, target mengalami stres sedang. Target sangat dianjurkan untuk mendapatkan layanan orientasi. Yaitu layanan bagi konseli yang baru saja mendapati lingkungan baru.




CONTOH ANGKET STRES

NAMA                :
JENI KELAMIN :
SEMESTER        :          
JURUSAN           :
UNIVERSITAS   :

Keterangan:

Berilah tanda (√) pada penyataan yang sesuai dengan diri Anda.
SS= Sangat setuju       S= Setuju        TS= Tidak Setuju        STS= Sangat Tidak Setuju

NO
PERNYATAAN
SS
S
TS
STS
1
Saya tertekan saat tugas kuliah banyak




2
Saya takut dalam kesendirian




3
Saya sering merasa terpaksa dalam mengikuti organisasi




4
Saya tidak mengenali diri sendiri




5
Saya berani menghadapi masa depan




6
Deadline tugas membuat saya merasa dikejar-kejar




7
Keinginan saya selalu terlihat nyata




8
Taggung jawab yang saya miliki di organisasi membebaskan saya begadang




9
Saya tidak mengetahui minat saya




10
Saya menikmati suasana keramaian




11
Ekspektasi saya sering sesuai dengan kenyataan




12
Saya tidak tenang saat menerima banyak revisi




13
Saya mengetahui kemampuan yang ada dalam diri




14
Saya senang saat tugas kuliah banyak




15
Saya tidak mengetahui kemampuan saya




16
Deadline tugas membuat saya merasa disantaikan




17
Rencana saya sering gagal




18
Saya tenang saat menerima banyak revisi




19
Rencana saya sering berhasil




20
Saya terganggu di suasana keramaian




21
Saya merasa santai saat menyelesaikan tugas dalam waktu dekat




22
Keinginan saya selalu terlihat mustahil




23
Saya berani dalam kesendirian




24
Saya merasa khawatir saat doi/sahabat menjawab chat dengan cuek




25
Saya tau cara mengatasi masalah




23
Sering saya dapati ingatan buram saat cemas




24
Saya merasa gerogi saat di dekat orang yang saya suka




25
Saya sering mendapat insting positif




26
Saya biasa saja apabila melihat darah




27
Saya tetap tenang saat tidak sengaja menelpon orang yang saya suka




28
Saya merasa bahaya apabila berjalan sendirian




29
Saya merasa rileks saat presentasi




30
Mengerjakan tugas di laptop tanpa batere bukan masalah bagi saya




31
Saya tidak merasakan apapun apabila akan presentasi




32
Saya merasa aman apabila meninggalkan shalat




33
Saya panik saat ada barang yang ketinggalan




34
Ada memori abstrak bermunculan saat panik




35
Saya percaya ketika pacar keluar dengan teman wanitanya




36
Ruangan sempit dengan banyak orang membuat saya takut




37
Firasat saya sering benar




38
Saya gelisah saat tidak sengaja menelpon orang yang saya suka




39
Saya tetap tenang meski uang saya kurang ketika bayar di kasir




40
Tidak ada pengalaman samar-samar dalam pikiran saya




41
Kerisauan menghampiri saya saat kuota internet habis




42
Saya suka dengan kegaduhan




43
Saya sering berprasangka buruk




44
Tidak ada memori abstrak bermunculan saat panik




45
Perasaan saya biasa-biasa saja




46
Saya merasa aman meskipun berjalan sendirian




47
Saya merasa normal-normal saja saat sendirian




48
Tidak pernah saya rasakan bayangan kabur dalam otak








Komentar